Teruntuk Kamu

  Kukira, semuanya akan baik-baik saja. Kukira, semuanya akan kembali seutuhnya. Kukira, semuanya akan berubah menjadi lebih baik. Tuhan........ Akan kau buat sekuat apa hatiku? Lagi-lagi terbakar api cemburu. Lagi-lagi dimakan rindu. Lagi-lagi sakit. Berkali-kali jatuh, berkali-kali juga dalam lubang yang sama. Tapi, berkali-kali hati itu hancur, 'kamu' selalu dapat menyusunnya kembali, walau akhirnya, kamu menghancurkannya kembali.
***
  Jarak, waktu, perlahan memisahkan kita. Mereka bersatu, dan menjelma menjadi sesuatu bernama 'Rindu'. Rindu itu bisa berbentuk apa saja. Kadang dia berwujud gas, berwujud monster, pedang, atau jarum. Terkadang, dia mengalir lewat pembuluh darah, bagaikan menghentikan aliran darah, mati rasa. Terkadang, dia memenuhi paru-paruku. Sesak, nafas sedikit saja tidak bisa. Terkadang, dia berubah menjadi monster. Dia memakan hatiku secara perlahan. Terkadang, dia memproyeksikan detik-detik yang telah lalu, disaat aku duduk disampingmu, memandang indahnya dirimu.
***
  Api yang membakar hati, selalu kupadamkan sendiri. Entah mengapa, tapi, api itu malah membuat semuanya beku, api itu, hanya membakar hatiku.
***
  Hei, kamu yang disana! Pernahkah kau menghirup rinduku yang sengaja kutitipkan pada hujan? Pernahkan kau lihat rinduku, yang kutitipkan pada cahaya matahari, yang setiap pagi meyapamu? Pernahkan kau lihat aku disini, yang terbelenggu oleh rindu yang tak sempat ku ucap lewat kata-kata, karena hati ini selalu terbakar api cemburu, yang selalu buatku membisu? Karena disetiap api cemburu yang membakarku, selalu ada amarah yang tak pernah ingin kulampiaskan kepadamu. Atau..... Pernahkan kau rasakan sakitnya dibakar api cemburu? Pernahkan kau rasakan terbelenggu dalam rindu, seperti yang aku rasakan sekarang?

0 notes:

 

Copyright © 2010 • Putri E N • Design by Dzignine